Minggu, 13 Maret 2011

Penggambaran sifat dan cara hidup bangsa eskimo

Penggambaran sifat dan cara hidup bangsa eskimo  








Yang ada didalam benak kita saat menyebut eskimo adalah dingin, gunungan es, atau bahkan kita teringat akan bangunan uniknya ‘igloo’. Ya, igloo merupakan bangunan/ konstruksi rumah khas bangsa eskimo, rumah ini dibangun saat musim dingin yang suhunya dapat mencapai -45°C, tercatat suhu terdingin yang pernah melanda kutub bumi ini adalah -85°C.


Kata eskimo sendiri sebenarnya adalah julukan bagi suku bangsa yang mendiami bagian kutub bumi. Seperti siberia, alaska kanada, dan greenland. Hingga sekarang telah tercatat ada dua suku bangsa eskimo yang menghuni kawasan tersebut, mereka adalah suku inuit dan yupik. Masing-masing suku ini mempunyai adat, budaya, dan bahasa sendiri, namun juga terdapat berbagai ciri kesamaan seperti ciri-ciri tubuh, mata pencaharian, dan kesenian.


Orang-orang eskimo awalnya berasal dari asia (melintasi sebuah jembatan tanah yang kini sudah tidak ada lagi), mereka kebagian utara amerika (alaska), yang kemudian mereka tinggal di empat negara yaitu, alaska, greenland,uni soviet,dan kanada. Kebiasaan dari orang eskimo adalah berburu bagi kaum lelaki, sedangkan kaum wanita tetap dirumah untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi, dengan adanya pembagian kerja ini memungkinkan bagi bangsa skimo untuk bertahan hidup. Ada beberapa sebutan bagi orang eskimo, di alaska orang eskimo disebut ‘inuit’ dan ‘yupik’, sedangkan di siberia di sebut ‘yuit’. Suku Inuit tinggal di wilayah utara Alaska, Kanada, dan Greenland. Sementara suku Yupik menghuni daerah sebelah barat, selatan, dan sepanjang teluk Alaska serta di daerah timur jauh Rusia. Masing-masing suku, baik Inuit dan Yupik, memiliki budaya, bahasa, serta tradisinya sendiri-sendiri. Akan tetapi, bagi para ilmuwan, bila diperhatikan secara saksama, keduanya memiliki beragam kesamaan. Kesamaan itu misalnya terletak pada ciri-ciri tubuh serta mata pencaharian dan keseniannya. Berdasarkan pada kesamaan-kesamaan tersebut, para ilmuwan menyimpulkan bahwa suku Inuit dan Yupik memiliki nenek moyang yang sama.


Selama ini, para ilmuwan memperkirakan nenek moyang bangsa Eskimo adalah suku Indian atau penduduk asli Benua Amerika. Dugaan ini didasarkan pada kesamaan ciri-ciri tubuh keduanya. Orang-orang Eskimo memiliki bentuk tubuh, warna rambut, kulit serta bola mata yang relatif sama dengan orang Indian.


Menurut Tom Gilbert, ilmuwan dari University of Copenhagen, Denmark, ada tiga teori untuk mencari tahu nenek moyang bangsa Eskimo. Khususnya, untuk orang-orang Eskimo yang tinggal di wilayah Alaska, Kanada, dan Greenland.


Teori pertama berbunyi, orang Eskimo adalah keturunan suku Indian yang telah menetap di daerah Amerika bagian utara sejak 14.350 tahun lalu. Sementara teori kedua menyatakan bahwa orang Eskimo datang dari wilayah di Siberia, Rusia. Kebenaran teori kedua ini masih diragukan karena belum ditemukan bukti-bukti yang kuat. Nah, teori ketiga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Eskimo kemungkinan berasal dari Benua Asia.

Menurut cerita, eskimo adalah kata indian amerika yang diterjemahkan menjadi “pemakan daging mentah”. Ironisnya, para ilmuwan menempatkan india dalam kategori antropologi terpisah, sedangkan eskimo dianggap lebih dekat dengan penduduk asli asia utara.


Karakteristik fisik orang eskimo umumnya berkulit cokelat muda, rambut hitam lurus, mata gelap, dan wajah lebar dengan tulang pipi tinggi. Sedangkan untuk bahasa relatif sama diseluruh wilayah. Bangsa eskimo ada yang tinggal di dekat lingkaran arktik (tercatat sebagai tempat terdigin didunia). Orang-orang eskimo banyak menggantungkan kebutuhan hidupnya dari air dingin yang berasal dari kutub utara. Daging singa laut merupakan sumber makanan terpenting bagi mereka, dan sumber makanan selain itu seperti salmon, cod, paus, serta kehidupan laut lainnya. Akan tetapi, saat musim panas, bangsa eskimo dapat menemukan makanan mereka didarat, angsa dan karibu adalah contohnya, namun untuk mendapatkan karibu, bangsa eskimo harus pergi kepedalaman. Tidak hanya itu, selama musim dingin ternyata beruang kutub, rubah, dan kelinci menjadi makanan andalan yang cukup digemari oleh ‘penduduk es’ ini.


Berbicara mengenai cara hidup, bangsa eskimo lebih senang mengembara mengikuti migrasi mereka, dan akan membuat rumah saat musim dingin dan musim panas. Mereka membuat tenda-tenda dari kulit ( cap atau karibu) yang sengaja disediakan sebagai tempat menampung makanan selama bulan-bulan di musim panas.









Ketika musim dingin tiba bangsa ini membangun rumah diatas salju yang terbuat dari blok salju dan dibangun berbentuk kubah. Pekerjaan ini dilakukan oleh beberapa kelompok sebagai tempat penampungan sementara saat bepergian atau berburu. Eskimo adalah bangsa yang kompak, mereka bersatu dan hidup secara berkelompok untuk tetap bertahan dalam salju. Salah satu dari kebudaaan mereka adalah pesta bersama, dansa tradisional yang semuanya menggunakan musik inuit dan katajjaq, pesta besar diselenggarakan didalam igloo ( bangunan khas suku eskimo) dan diikuti oleh beberapa kelompok.


Salju merupakan bahan pelapis yang baik, sehingga ruangan didalam igloo bisa dijadikan tempat tinggal yang hangat da nyaman. Model rumah ini juga dilengkapi dengan pintu dan ventilasi seperti rumah pada umumnya. Bila dibangun dengan benar, bangunan igloo dapat menahan beban satu orang yang lampu tradisional berdiri diatasnya. Panas dari lampu tradisional inuit yang disebut qulliq bisa melumerkan es bagian dalam igloo, tapi bagian yang mencair ini dapat segera membeku dan menambah kekuatan pada konstruksi bangunan igloo.


sumber :
wikipedia
google

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar